3 Ramadhan 1436 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Apakah kita butuh Allah?
Apa yang dibutuhkan dari Allah?
Maka, akal, hati, dan jiwa akan menjawab, yg dibutuhkan oleh:
1. Akal : Rizqullah (Bagian kekuatan taqwa, tdk salah sepanjang yg dicari adl rizqi Allah SWT.)
2. Hati: Dzikrullah (Baik dari arah hati ingat Allah maupun dri arah Allah merespon hambaNya)--> ketenangan diproleh ketika adanya dua arah, hati ingat allah dan Allah membalas mengingat hati.
Jika tdk dari dua sisi, maka Dzikrullah tdk bersambut.
Pasti ada yg salah dgn dzikir kita. Dzikir hati memiliki cara yg tepat. Hati harus benar2 mengingat Allah. Tidak hanha lisan saja yg berucap sementara hati kemana2, tetapi benar2 menghayati stiap dzikir yg dilakukan.
Dari mana kita tahu Allah menyambut dzikir kita? Dari hati kita, karena hati faham ktika Allah SWT menyambutnya.
3. Jiwa: Ridhallah
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya..."
Yang dibutuhkan jiwa adalah ridha Allah.
Jiwa tdk berperan apa2 tanpa akal, jiwa membutuhkan akal. Sehingga, jiwa membiarkan diri dengan tetap mencari rizqi.
Bagaimana menggabungkannya:
Nasihat hati kepada akal-->
Carilah rizqi Allah tapi jgn sampai melupakanNya.
Bukan mencari rizqi dgn menghalalkan segala cara.
Nasihat jiwa kpd akal-->
Jadikan ada dan tiadanya rizqi sbg kesempatan utk memperoleh ridhaNya.
Sehingga akal, hati dan jiwa menjadi kompak, lalu apakah nafsu bisa masuk..?
Oki, adab tehadap (memperoleh) rizqi, jangan kita terima rizqi sblum kita sadar bahwa rizqi dtg dri Allah.
Karena, Jiwa yg kuat adalah jiwa yg sangat mnginginkan ridha Allah.
Jiwa akan kuat ketika kebutuhan terpenuhi yaitu mnginginkan ridha Allah. Ridha Allah adalah puncak dari kehidupan.
🍓Betulkah jiwa kita butuh ridha Allah???
Tahap2 agar jiwa sangat menginginkan ridha Allah.
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhoNya
1. Membutuhkan ampunan
Trust your self.
Betulkah kita sgt membtuhkan ampunan Allah?
Apa buktinya..
Bagaimana memastikannya?
Jawablah pertanyaan berikut..
🌷Ringan atau beratkah kita waktu berbuat dosa?
Ketika masih ringan melakukan dosa, maka kita tdk benar2 ingin ampunan Allah. Sebaliknya, ketika kita berat mlakukan dosa, maka kita sgt butuh ampunan Allah..
🌷apakah kita lgsg menyesal stelah berbuat dosa?
Ktika kita langsg menyadari telah berbuat dosa, berati kita sangat membutuhkan ampunan Allah.
🌷apakah kita termasuk org yg mudah memaafkan kesalaham orang lain?
Kalau terkadang masih terasa sulit, bagaimana mgkin kita bs mendapatkan ampunan allah, org lain berbuat salah kita tdk memaafkan.
Maka jadilah manusia yg pemaaf dan yakin kalau Allah Maha Pemaaf pd hamba2Nya.
Bersambung, in syaa Allah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar