Senin, 17 Agustus 2015

#4 Taqwiyatun Nufus

4 Ramadhan 1346 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Kajian: 16.00-17.00


Jiwa yg kuat adl jiwa yg sgt menginginkan ridha Allah SWT.
Seperti seorang anak, ridha ibu di atas segalanya2. Maka sebagai seorang orang hamba, ridha Allah adalah segala2nya.

Apakah jiwa kita betul2 menginginkan ridha Allah?

Ciri2 jiwa sangat menginginkan ridha Allah:
🌷Takut kepada Allah
"...Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yag demikian itulah untuk orang yg takut kepada tuhannya." (QS. Al-Bayyinah: 8)
Takut tdk segera memenuhi panggilan/perintah Allah.

🌷Tidak mau berharap kecuali hanya kepada Allah
Apakah kita tdk boleh berharap kpd org tua, adik, kakak atau lainnya?
Masih boleh, tapi.. ktk tdk terpenuhi, jgn merasa jengkel. Kemudian itu dipasrahkan kepada Allah. ALLAH tdk pernah menyia2kan harapan hambanya ktika seorang hamba melakukan sebisa yg ia mampu.
Allah akan melakukan utk kita apa yg tak kita mampu, ketika kita sudah berikhtiar penuh.
Seperti ibu hajar yg semampunya mencari air kesana kemari, berlari2 dari bukit shafa marwa. Tak juga dotemukan... kmudian Allah mengeluarkan dari tempat yg tdk disangka2, yg airnya mengeluar terus menerus.

🌷Merasakan hanya Allah yg segala2nya dlm hidup ini

Untuk bisa mencapai itu, tdk bisa instan.
Ada tahap2 agar jiwa sgt menginginkan ridha Allah secara utuh:
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhaNya

💐Materi sebelumnya tahapan 1. Membutuhkan ampunanNya..

❔❓❔Kenapa tdk mau dan tdk mbutuhkan ampunanNya..
Menulusuri sumber dosa..
🔥Dari luar: syaitan (bukan wujud makhluk: tp sebutan utk setiap makhluk yg mengganggu/menggoda manusia berbuat dosa)
1. Tak kelihatan: dari kalangan jin
2. Kelihatan: manusia

🔥Dari dalam: nafsu


▶Kalau berbuat dan tdk segera tobat berrti dia tdk mnggikn ampunan Allah.

Ciri org mau mgharap ampunan Allah pasti langsung menyesal akan perbuatannya. Tanpa Menganggap WAJAR terhadap satu keburukan adalah tanda bahwa kita belum sepenuhnya membutuhkan ampunan Allah. Tidak banyak alasan menganggap diri (masih) benar kala melakukan dosa.

Keburukan bis terjadi tidak sampai ke dosa. Misalnya:
🔥telat ke mesjid (khusus bagi laki2), banyak alasan kalau itu wajar.
🔥4 Ramadhan masih 2 juz, banyak alasan kalau itu wajar. Bukan anak kiayi, bukan anak pesantren, bahkan beralsan karena lagi ujian, ngerjain TA, atau banyak agenda.
🔥Masuk kamar mandi kanan terlebih dahulu. Hal sepele, tapi kalau dianggap wajar berrti masih dipertanyakan apakah kita benar2 mengaharapkan maghfirah (ampunan) dari Allah.

✅Orang yg tidak bisa menerima apapun kesalahan/ kelalaian yg dia lakukan berrti benar mengaharapkan ampunan Allah. Tdk membenarkan diri. Menyesal dan Harus memaksa diri utk mengejar ketertinggalan.

Wallahu'alam

Bersambung, in syaa Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar