Share dr grup admin ODOA..
#lg kagum sm cerita mba titik yg tilawah sehari bisa lebih dr 13 juz..
Sekian tahun silam ..saat saya duduk di sma . Bapak sakit gagal ginjal . Harus cuci darah .
Saat itu rasanya begitu momok mendengar cuci darah .
Gak tega banget melihat tangan bapak dicoblos jarum segede "gajah ". 😰
Sebagai anak , tak ada keinginan lain kecuali menghibur dirinya .
Dan itu adalah ... Memilih masuk fak.teknik jurusan nuklir di UGM.
Sementara bapak di rawat cuci darah di RSPP jaksel.
Saya mondar mandir antara kampus UGM jogja dan RSPP jakarta.
Suatu ketika ...bapak merasa sangat kesakitan ...dan meminta saya mmbacakan doa. Apa saja.
Deg 💥😩
Saat itulah merasa betapa diri yg selama ini merasa pintar ...langganan beasiswa.. Ternyata tidak mengerti apa2 tentang doa.. Tentang agama.
😭
Sediiiih sekali.
Dan ternyata Allah pun menunjukkan rasa sayangnya..
Ketika mendorong kursi roda bapak di RS ..saya terjatuh. Mungkin krlelahan ?
Ternyata saya kena sakit typhus akut.
Parah .
Nyaris koma.
Setengah sadar mendengar bapak menangis sambil memijit2 kakiku.
" sembuh ya tik ..srmbuh ya . hidup .. Ayo hidup ."
Bagaimana ini ... Saya yg harusnya merawat bapak knapa bpk yg malah merawat saya ?
Kami berdua sama2 jadi pasien rupanya.
Dalam kondisi setengah sadar .. Mengharap kemurahan Allah utk srmbuh. Utk berbakti kpada ortu. Utk memperbaiki diri . Belajar agama.
Alhamdulillah setelah diopname 3 bulan di RSPP ( masuk bulan sept. Keluar Desember )
Saya pun pulang ...
Langsung ke jogja utk ujian semester .
Dalam hati berjanji.
Akan mencari ...ilmu agama. 😢📚
➡ 🌸 bersambung
Niat kuat ingin belajar agama. Bingung tdk tau bagaimana dan dimana .
( kondisi thn 1990 ... Zaman blm canggih. Jangan kan whatsapp. HP pun blm ada jaman tu. )
Duduk merenung diruang kuliah ..
Teringat bapak yg kesakitan cuci darah tiap 2 hari sekali.
Memohon di doain .
Terimgat saat ku diambang maut ... Berjanji pada Allah ...tuk mmperbaiki diri.
Saat itu ..seorang dosen fisika nuklir masuk ke ruangan . mmbuyar lamunan.
"Buka al Quran nya !"
Eh gak salah ni.
Apa mimpi ya .. Gara2 tadi ngelamun pingin belajar agama .. Sampe2 dosen fisika nuklir terdengar nyuruh buka al Quran.
Hihihi senyum geli sendiri.
"Buka al Qurannya .."
Eiiitsss ...tidak salah dengar ternyata.
Subhannallah ...
Hari itu belajar fisika nuklir dgn sumber rujukan Al Quran.
Ternganga ...terlongo2 ..
MasyaAllah ...semua ilmu fisika koq ada di al Quran .
Jadi terkagum2 dgn al Quran yg luarbiasa.
Hari2 selanjutnya adalah hari2 yg menarik tuk buka al Quran.
😃📚
Mulai akrab dg al Quran.
Meski sebatas mmbaca terjemah ayat2 sains.
Mulai mikir utk pake kerudung.
Hmm... Satu2 nya muslimah di Nuklir .
Yup ... Pake deh .
Alhamdulillah
Ternyata inilah petunjuk Allah .
Dengan berkerudung ..identitas mjd jelas.
Meski sungguh ini tidak mudah.
Berkali2 kerudungku di jsmbak / ditarik oleh mahasiswa kristen.
😖
Namun .. Kerudung ini mmbuatku berkenalan dgn mba2 sholihah dr fakultas lain.
Jadilah ...belajar agama dalam sebuah Lingkaran Cinta.
Thn 1990. 📝
Bahagia .. 💚🌸
Semangat belajar islam .. Bisa utk mendoakan bapak 😃 pikirku.
Tapi ... Blum sebulan kabar baik ini.
Bapak pun telah meninggal.
😭
➡🌸 bersambung
Setelah bapak meninggal ...
Keinginan sangat kuat utk belajar agama.
Pingin jadi anak yg berbakti.
Pingin jadi anak yg sholihah.
Yg doa2 nya bisa mengguncang arsy Nya ..
Doa Allahummaghfirli waliwalidayya ...
Kata ustadz ...seberasa sholih diri kita .. Sebegitu kuat doa anak mengguncang langit.
Selanjutnya ku sibuk bekerja, kuliah , dan belajar islam.
Kalo malming milih mondok di salahsatu pesantren ...agar bisa ikut kajian bada subuh.
Alhmdllh ..
Semakin terkagum2 dg al Quran ... Namun ku masih terbata2 mmbaca nya.
Mmberanikan diri menghadap ustadz ...
"Ustadz ...tolng carikan saya seorang suami yg punya hafalan Quran ."
" brapa juz ? "
"Satu juz pun boleh "
☺
➡🌸
Lalu ....
Datanglah seorang ikhwan dari jakarta ...ke jogja.
Mmbawa proposal .
Hafal Quran ...tdk juz 30.
Tapi 30 juz .
Dgn Kemurahan Allah ..
Maka ku menikah dgn mahar hafalan Quran.
👰
Alhamdulillah .
Diuji dg musibah kita sering kuat dan tegar .
Namun diuji Allah dgn nikmat kita justru sering lalai.
Awal menikah senaaaang sekali menerima ..menyimak setoran hafalan . sholat berjamaah sangat lama... Dgn surat yg puanjang .
Namun kesibukam mjd ibu ...mulai meletihkan raga.
Mulai berkurang ketertarikan dgn al Quran.
Tak lagi sabar menyimak hafalan suami.
Mulai bingung ketika anak2 tumbuh spt abinya . suka al Quran.
Sibungsu sgt keranjingan menghafal sejak usia 3 tahun .
Tiap pagi menagih utk dibunyikan sebuah ayat . 10 x ummi mengulang . dan dia pun hafal.
Suatu hari ( 5 th lalu ) dia bertanya :
👶
"Ummi ...al Quran itu semua ada berapa ayat ? "
🌸:
Hmm... 6 ribuan ...
Knapa lis ?
👶:
"Umur ummi ada brp ? "
🌸:
40 tahun . knp lis ?
👶:
"40 tahun itu ada 6000 hari nggak mi ? "
🌸
Ada. Lebih malah ..12ribu hari lebih.
👶:
"Kenapa ummi blum hafal Quran mi ?
6000 hari itu berapa tahun mi ? "
🌸:
Eh ..20 tahun itu lis. 😫😭
👶:
"Ayo ummi menghafal sekarang. Nnt 20 th lagi ummi dah hafal Quran . "
🌿🌿🌿
Mungkin ini pesan Allah lewat mulut bocah kecil.
Namun ku koq abai ya 😰.
Teguran kedua pun datang . Rasa sakit yg amat sangat hebat.
Sekali lagi seperti maut menghampiri.
Ternyata empedu hampir robek dan tubuh nyaris keracunan.
Ada batu segede kelereng .... TUJUH biji. !!!
😭
Sekali lagi memohon kpd Allah .
Memohon kehidupan .
Memohon kesempatan mmperbaiki diri. 😭
➡🌸🌿
Allah Yang Maha Baik .. mengabulkn doaku.
Operasi berhasil.
Kusehat kembali.
Alhmdllh ..
Cukuplah zikrul maut dua kali ( 2x) jadi peringatan.
Lima tahun terakhir... Saya mulai mengakrabkn diri dgn Al Quran .
Selalu ingin mengkhatam .
Lagi.
Dan lagi.
Utk mensyukuri nikmat hidup dan kehidupan .
Utk menggoncang arsy dgn doa2 yg tertuju pd almarhum kedua orang tua.
Harus bersyukur.
Jika Rasulullah yg dah dijamin masuk syurga saja bersyukur hingga kakinya bengkak ( lama berdiri sholat ) , apalah kita ...
Kita tak ada jaminan syurga .
Mata yg lelah krn tilawah
Punggung yg pegal lama duduk di sajadah.
Itu sama sekali tak seberapa ....
Dibanding nikmat kesempatan utk hidup.
Yaaa akhwatyy...
Yuk cinta Quran .
😍
💥cerita penuh inspirasi
😭masyaAllah
😊Allahuakbar
🌹Moga bermanfaat
🌿🌸 the END 🌸🌿
Copas dari grup Odola 62
Senin, 17 Agustus 2015
#4 Taqwiyatun Nufus
4 Ramadhan 1346 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Kajian: 16.00-17.00
Jiwa yg kuat adl jiwa yg sgt menginginkan ridha Allah SWT.
Seperti seorang anak, ridha ibu di atas segalanya2. Maka sebagai seorang orang hamba, ridha Allah adalah segala2nya.
Apakah jiwa kita betul2 menginginkan ridha Allah?
Ciri2 jiwa sangat menginginkan ridha Allah:
🌷Takut kepada Allah
"...Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yag demikian itulah untuk orang yg takut kepada tuhannya." (QS. Al-Bayyinah: 8)
Takut tdk segera memenuhi panggilan/perintah Allah.
🌷Tidak mau berharap kecuali hanya kepada Allah
Apakah kita tdk boleh berharap kpd org tua, adik, kakak atau lainnya?
Masih boleh, tapi.. ktk tdk terpenuhi, jgn merasa jengkel. Kemudian itu dipasrahkan kepada Allah. ALLAH tdk pernah menyia2kan harapan hambanya ktika seorang hamba melakukan sebisa yg ia mampu.
Allah akan melakukan utk kita apa yg tak kita mampu, ketika kita sudah berikhtiar penuh.
Seperti ibu hajar yg semampunya mencari air kesana kemari, berlari2 dari bukit shafa marwa. Tak juga dotemukan... kmudian Allah mengeluarkan dari tempat yg tdk disangka2, yg airnya mengeluar terus menerus.
🌷Merasakan hanya Allah yg segala2nya dlm hidup ini
Untuk bisa mencapai itu, tdk bisa instan.
Ada tahap2 agar jiwa sgt menginginkan ridha Allah secara utuh:
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhaNya
💐Materi sebelumnya tahapan 1. Membutuhkan ampunanNya..
❔❓❔Kenapa tdk mau dan tdk mbutuhkan ampunanNya..
Menulusuri sumber dosa..
🔥Dari luar: syaitan (bukan wujud makhluk: tp sebutan utk setiap makhluk yg mengganggu/menggoda manusia berbuat dosa)
1. Tak kelihatan: dari kalangan jin
2. Kelihatan: manusia
🔥Dari dalam: nafsu
▶Kalau berbuat dan tdk segera tobat berrti dia tdk mnggikn ampunan Allah.
Ciri org mau mgharap ampunan Allah pasti langsung menyesal akan perbuatannya. Tanpa Menganggap WAJAR terhadap satu keburukan adalah tanda bahwa kita belum sepenuhnya membutuhkan ampunan Allah. Tidak banyak alasan menganggap diri (masih) benar kala melakukan dosa.
Keburukan bis terjadi tidak sampai ke dosa. Misalnya:
🔥telat ke mesjid (khusus bagi laki2), banyak alasan kalau itu wajar.
🔥4 Ramadhan masih 2 juz, banyak alasan kalau itu wajar. Bukan anak kiayi, bukan anak pesantren, bahkan beralsan karena lagi ujian, ngerjain TA, atau banyak agenda.
🔥Masuk kamar mandi kanan terlebih dahulu. Hal sepele, tapi kalau dianggap wajar berrti masih dipertanyakan apakah kita benar2 mengaharapkan maghfirah (ampunan) dari Allah.
✅Orang yg tidak bisa menerima apapun kesalahan/ kelalaian yg dia lakukan berrti benar mengaharapkan ampunan Allah. Tdk membenarkan diri. Menyesal dan Harus memaksa diri utk mengejar ketertinggalan.
Wallahu'alam
Bersambung, in syaa Allah.
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Kajian: 16.00-17.00
Jiwa yg kuat adl jiwa yg sgt menginginkan ridha Allah SWT.
Seperti seorang anak, ridha ibu di atas segalanya2. Maka sebagai seorang orang hamba, ridha Allah adalah segala2nya.
Apakah jiwa kita betul2 menginginkan ridha Allah?
Ciri2 jiwa sangat menginginkan ridha Allah:
🌷Takut kepada Allah
"...Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yag demikian itulah untuk orang yg takut kepada tuhannya." (QS. Al-Bayyinah: 8)
Takut tdk segera memenuhi panggilan/perintah Allah.
🌷Tidak mau berharap kecuali hanya kepada Allah
Apakah kita tdk boleh berharap kpd org tua, adik, kakak atau lainnya?
Masih boleh, tapi.. ktk tdk terpenuhi, jgn merasa jengkel. Kemudian itu dipasrahkan kepada Allah. ALLAH tdk pernah menyia2kan harapan hambanya ktika seorang hamba melakukan sebisa yg ia mampu.
Allah akan melakukan utk kita apa yg tak kita mampu, ketika kita sudah berikhtiar penuh.
Seperti ibu hajar yg semampunya mencari air kesana kemari, berlari2 dari bukit shafa marwa. Tak juga dotemukan... kmudian Allah mengeluarkan dari tempat yg tdk disangka2, yg airnya mengeluar terus menerus.
🌷Merasakan hanya Allah yg segala2nya dlm hidup ini
Untuk bisa mencapai itu, tdk bisa instan.
Ada tahap2 agar jiwa sgt menginginkan ridha Allah secara utuh:
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhaNya
💐Materi sebelumnya tahapan 1. Membutuhkan ampunanNya..
❔❓❔Kenapa tdk mau dan tdk mbutuhkan ampunanNya..
Menulusuri sumber dosa..
🔥Dari luar: syaitan (bukan wujud makhluk: tp sebutan utk setiap makhluk yg mengganggu/menggoda manusia berbuat dosa)
1. Tak kelihatan: dari kalangan jin
2. Kelihatan: manusia
🔥Dari dalam: nafsu
▶Kalau berbuat dan tdk segera tobat berrti dia tdk mnggikn ampunan Allah.
Ciri org mau mgharap ampunan Allah pasti langsung menyesal akan perbuatannya. Tanpa Menganggap WAJAR terhadap satu keburukan adalah tanda bahwa kita belum sepenuhnya membutuhkan ampunan Allah. Tidak banyak alasan menganggap diri (masih) benar kala melakukan dosa.
Keburukan bis terjadi tidak sampai ke dosa. Misalnya:
🔥telat ke mesjid (khusus bagi laki2), banyak alasan kalau itu wajar.
🔥4 Ramadhan masih 2 juz, banyak alasan kalau itu wajar. Bukan anak kiayi, bukan anak pesantren, bahkan beralsan karena lagi ujian, ngerjain TA, atau banyak agenda.
🔥Masuk kamar mandi kanan terlebih dahulu. Hal sepele, tapi kalau dianggap wajar berrti masih dipertanyakan apakah kita benar2 mengaharapkan maghfirah (ampunan) dari Allah.
✅Orang yg tidak bisa menerima apapun kesalahan/ kelalaian yg dia lakukan berrti benar mengaharapkan ampunan Allah. Tdk membenarkan diri. Menyesal dan Harus memaksa diri utk mengejar ketertinggalan.
Wallahu'alam
Bersambung, in syaa Allah.
DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA
Ada suatu waktu yg mustajab utk berdoa, dimana doa tsb tdk akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat menjelang berbuka puasa dan menjelang makan sahur.
Sayanf banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.
Di Mekkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib org2 sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa utk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mrk mengalir deras.
Ya, berdoa meminta kpd Allah yg Maha Kaya.
Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (indonesia) yaitu dg menyia2kan waktu yg sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib.
Memilih berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mrk sdh merasa cukup dg hanya membaca "dzahaba zhoma'u....", padahal itu hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur.
Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit seblm adzan maghrib (sudah dlm keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dg didahului puji2an kpd Allah & bershalawat atas Nabi).
Allah menggaransi bhw doa2 tsb akan dikabulkan.."Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya"
Manfaatkanlah waktumu sobat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.
Berdo'alah utk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita.
Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mrk berdo'a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka. Krn itu, mrk buat tipu daya utk melalaikannya dgn program2 TV & media lainnya di waktu2 yg mustajab menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam).
Sehingga ummat muslim tak sempat utk berdoa.
Semoga nasehat yg singkat ini bermanfaat bagi umat yg belum mengetahui nya.
..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ..
✔ Dalilnya:
"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi”
(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
~~~
Sayanf banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.
Di Mekkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib org2 sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa utk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mrk mengalir deras.
Ya, berdoa meminta kpd Allah yg Maha Kaya.
Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (indonesia) yaitu dg menyia2kan waktu yg sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib.
Memilih berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mrk sdh merasa cukup dg hanya membaca "dzahaba zhoma'u....", padahal itu hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur.
Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit seblm adzan maghrib (sudah dlm keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dg didahului puji2an kpd Allah & bershalawat atas Nabi).
Allah menggaransi bhw doa2 tsb akan dikabulkan.."Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya"
Manfaatkanlah waktumu sobat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.
Berdo'alah utk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita.
Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mrk berdo'a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka. Krn itu, mrk buat tipu daya utk melalaikannya dgn program2 TV & media lainnya di waktu2 yg mustajab menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam).
Sehingga ummat muslim tak sempat utk berdoa.
Semoga nasehat yg singkat ini bermanfaat bagi umat yg belum mengetahui nya.
..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ..
✔ Dalilnya:
"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi”
(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
~~~
Inilah Kesesatan Jemaat Islam Nusantara (JIN)
Redaksi – Rabu, 1 Ramadhan 1436 H / 17 Juni 2015 14:00 WIB
BERITA TERKAIT
Eramuslim.com – Dalam pembukaan acara Istighotsah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara, Minggu, 14/06/2015
Presiden Jokowi saat berpidato dalam membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara.Minggu (14/06/2015),
“Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” kata Presiden Jokowi.
Tentu saja, Konsep Islam Nusantara ini mendapatkan banyak tanggapan dan reaksi dari kalangan tokoh dan masyarakat terlebih para ulama yang selalu mendakwahkan islam.
Diantaranya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan.di lansir dari tulisan beliau di suara islam.com.
Maka untuk lebih jelasnya, kami nukilkan 8 Alasan Habib Riziq sihab menolak konsep Islam Nusantara yang di posting oleh Suara Islam dengan judul “Jemaat Islam Nusantara (JIN) Paham Sesat Menyesatkan” :
1. Islam Pendatang
Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah “pendatang” dari Arab yang “numpang”, bukan agama “asli” bangsa Indonesia.
Tanggapan : Islam adalah agama asli yang turun dari langit untuk seluruh penduduk bumi, karena Islam datang dari Allah Swt sang pemilik alam semesta, sehingga Islam di mana saja di atas bumi Allah Swt akan selalu menjadi agama “asli” yang “pribumi”, dan tidak akan pernah jadi “pendatang”.
Jadi, Islam bukan dari Arab, tapi dari langit yang diturunkan pertama kali di tengah orang Arab, kemudian disebarkan ke seluruh dunia.
2. Pribumisasi Islam
Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi, sehingga Islam harus siap “dipribumisasikan” agar tunduk kepada budaya setempat.
Karenanya, tidak boleh lagi ada istilah “Islamisasi Indonesia”, tapi yang mesti dilaksanakan adalah “Indonesia-isasi Islam”. Jadi, jangan pernah katakan “Indonesia negara Islam”, tapi katakanlah “Islam ada di Indonesia”.
Tanggapan : jika pola pikir ini benar, maka Islam di China mesti di-China-isasi, dan Islam di India mesti
di-India-isasi, serta Islam di Amerika juga mesti di-Amerika-isasi, dan seterusnya, sehingga Islam di dunia jadi bermacam-macam dan berjenis-jenis sesuai negerinya.
Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat jahiliyyah, maka Islam harus di-jahiliyyah-isasi.
Jelas, pola pikir di atas ngawur dan tidak ilmiah, bahkan sesat menyesatkan.
3. Tolak Arabisasi
Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah “Islam Arab”, sehingga budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi.
Karenanya, di Indonesia semua budaya Arab yang menyusup dalam Islam harus diganti dengan budaya Nusantara, sehingga ke depan terwujud “Islam Nusantara” yang khas bagi bangsa Indonesia.
Intinya, JIN menolak semua budaya Islam yang beraroma Arab, karena dalam pandangan mereka semua itu adalah “Arabisasi Islam”, sehingga perlu ada gerakan “Indonesia-isasi Islam” di Nusantara.
Tanggapan : Rasulullah Saw diutus di tengah bangsa Arab untuk meng-Islam-kan Arab, bukan meng-Arab-kan Islam. Bahkan untuk meng-Islam-kan seluruh bangsa-bangsa di dunia, bukan untuk meng-Arab-kan mereka.
Jadi, tidak ada Arabisasi dalam Islam, yang ada adalah Islamisasi segenap umat manusia.
4. Ambil Islam Buang Arab
Islam sebagai pendatang dari Arab tidak boleh mengatur apalagi menjajah Indonesia, tapi Islam harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi.
Karenanya, bangsa Indonesia boleh ambil budaya Islam, tapi wajib tolak budaya Arab, agar supaya budaya Nusantara tidak terjajah dan tidak pula tergerus oleh budaya Arab.
Tanggapan : ini adalah propaganda busuk JIN yang ingin menolak budaya Islam dengan “dalih” budaya Arab. Pada akhirnya nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN, akan dikatakan sebagai “budaya Arab”.
Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap rasis dan fasis, serta melahirkan sikap anti Arab, yang pada akhirnya mengkristal jadi anti Islam.
5. Ambil Islam Buang jilbab
Menurut JIN bahwa jilbab adalah budaya Arab karena merupakan pakaian wanita Arab, sehingga harus diganti dengan pakaian adat Nusantara.
Tanggapan : JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, masyarakat Arab tidak kenal jilbab, dan wanita Arab tidak berjilbab. Bahkan wanita Arab saat itu terkenal dengan pakaian yang umbar aurat dan pamer kecantikan, serta tradisi tari perut yang buka puser dan paha.
Lalu datang Islam mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab menutup aurat, sehingga wanita muslimah jadi berbeda dengan wanita musyrikah. Dengan demikian, jilbab adalah busana Islam bukan busana Arab, dan jilbab adalah kewajiban agama bukan tradisi dan budaya.
6. Ambil Islam Buang Salam
Ucapan “Assalaamu ‘alaikum” adalah budaya Arab, sehingga harus diganti dengan “salam sejahtera” agar bernuansa Nusantara dan lebih menunjukkan jatidiri bangsa Indonesia.
Tanggapan : lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah “wa shobaahaah”, bukan “Assalaamu ‘alaikum”.
Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar’i antar kaum muslimin, yaitu “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh”. Jadi, “Assalaamu ‘alaikum” adalah “tahiyyatul Islam” bukan “tahiyyatul ‘Arab.”
7. Ambil tilawah Quran buang langgam Arabnya
Termasuk baca Alquran tidak perlu lagi dengan langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan langgam Nusantara seperti langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia.
Tanggapan : membaca Alquran dengan langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw.
Dan karena Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap langgam Arab boleh untuk tilawah Alquran.
Langgam gambus dan langgam qashidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran, karena keduanya adalah langgam seni dan budaya serta musik dan hiburan.
Apalagi langgam tari perut yang merupakan langgam seni dan budaya Arab untuk pertunjukan maksiat, lebih tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran.
Karenanya, membaca Alquran dengan langgam selain Arab tidak diperkenankan, karena memang tidak sesuai dengan pakem bahasa Arab, sehingga tidak akan sesuai dengan intonasi makna dan arti.
Apalagi dengan langgam seni dan budaya selain Arab yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan, seperti langgam dalang pewayangan, langgam sinden jaipongan, langgam gambang kromong, dan sebagainya, tentu lebih tidak boleh lagi.
Allah Swt telah menganugerahkan bangsa Indonesia kefasihan dalam lisan Arab, sehingga dari Sabang sampai Merauke, orang dewasa maupun anak-anak, sangat fasih dalam mengucapkan lafzhul jalalah “Allah” dan aneka dzikir seperti “Subhanallah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.” dan mereka pun sangat fasih juga dalam membaca Alquran.
Bahkan bangsa Indonesia sangat ahli dalam ilmu tajwid dan amat piawai dalam tilawatil Alquran dengan langgam Arab, sehingga di hampir setiap Musabaqah Tilawatil Qur’an internasional, para qori Indonesia banyak sukses dan berhasil keluar jadi juara dunia tilawah.
Karenanya, pembacaan Alquran dengan langgam dalang pewayangan adalah “kemunduran”, di mana bangsa Indonesia yang sudah sangat maju dalam tilawatil Qur’an, hingga mengungguli bangsa Arab sekali pun, lalu dibawa mundur jauh ke alam mitos pewayangan di zaman semar dan petruk.
8. Ambil Alquran buang bahasa Arabnya
Baca Alquran tidak mesti dengan bahasa Arab, tapi cukup dengan terjemah Indonesianya saja, agar umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang dibaca.
Tanggapan : inilah tujuan sebenarnya dari propaganda JIN yaitu menjauhkan Alquran dari umat Islam, karena mereka paham betul bahwa ruh dan jiwa Islam adalah Alquran.
Bagi JIN, siapa ingin hancurkan dan lenyapkan Islam, hancurkan dan lenyapkanlah Alqurannya. Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang JIN sebenarnya bukan Arab, tapi Islam.
Karenanya, selain yang sudah disebutkan di atas, JIN juga melakukan aneka ragam propaganda anti Arabisasi untuk merealisasikan tujuan busuknya, antara lain :
Pertama, menolak istilah-istilah yang diambil dari bahasa Arab, hingga sebutan abi dan ummi pun mereka kritisi, sehingga harus diganti dengan istilah-istilah Indonesia, tapi lucunya mereka alergi dengan istilah Arab namun sangat suka dan amat fasih menggunakan istilah-istilah Barat.
Kedua, menolak penamaan anak dengan nama-nama Islam yang diambil daribahasa Arab, sehingga anak Indonesia harus diberi nama Indonesia. Tapi lucunya mereka senang dan bangga dengan penamaan anak Indonesia dengan nama-nama barat dengan dalih lebih modern, walau pun bukan nama Indonesia.
Ketiga, bahkan mulai ada rumor penolakan terhadap pengafanan mayit dengan kain putih karena beraroma tradisi Arab, sehingga perlu diganti dengan kain batik agar kental aroma Indonesia.
Bahkan mereka mulai tertarik dengan pakaian jas dan dasi barat buat mayit sebagaimana pengurusan jenazah non-Islam, dengan dalih jauh lebih keren dan rapih ketimbang “pocong”, walau bukan budaya Indonesia.
Demikian kami cuplikan dari tulisan beliau, semoga membuka wacana kaum muslimin Indonesia untuk lebih waspada menerima sebuah konsep yang digelontorkan seorang tokoh.(rz)
BERITA TERKAIT
Eramuslim.com – Dalam pembukaan acara Istighotsah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara, Minggu, 14/06/2015
Presiden Jokowi saat berpidato dalam membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara.Minggu (14/06/2015),
“Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” kata Presiden Jokowi.
Tentu saja, Konsep Islam Nusantara ini mendapatkan banyak tanggapan dan reaksi dari kalangan tokoh dan masyarakat terlebih para ulama yang selalu mendakwahkan islam.
Diantaranya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan.di lansir dari tulisan beliau di suara islam.com.
Maka untuk lebih jelasnya, kami nukilkan 8 Alasan Habib Riziq sihab menolak konsep Islam Nusantara yang di posting oleh Suara Islam dengan judul “Jemaat Islam Nusantara (JIN) Paham Sesat Menyesatkan” :
1. Islam Pendatang
Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah “pendatang” dari Arab yang “numpang”, bukan agama “asli” bangsa Indonesia.
Tanggapan : Islam adalah agama asli yang turun dari langit untuk seluruh penduduk bumi, karena Islam datang dari Allah Swt sang pemilik alam semesta, sehingga Islam di mana saja di atas bumi Allah Swt akan selalu menjadi agama “asli” yang “pribumi”, dan tidak akan pernah jadi “pendatang”.
Jadi, Islam bukan dari Arab, tapi dari langit yang diturunkan pertama kali di tengah orang Arab, kemudian disebarkan ke seluruh dunia.
2. Pribumisasi Islam
Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi, sehingga Islam harus siap “dipribumisasikan” agar tunduk kepada budaya setempat.
Karenanya, tidak boleh lagi ada istilah “Islamisasi Indonesia”, tapi yang mesti dilaksanakan adalah “Indonesia-isasi Islam”. Jadi, jangan pernah katakan “Indonesia negara Islam”, tapi katakanlah “Islam ada di Indonesia”.
Tanggapan : jika pola pikir ini benar, maka Islam di China mesti di-China-isasi, dan Islam di India mesti
di-India-isasi, serta Islam di Amerika juga mesti di-Amerika-isasi, dan seterusnya, sehingga Islam di dunia jadi bermacam-macam dan berjenis-jenis sesuai negerinya.
Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat jahiliyyah, maka Islam harus di-jahiliyyah-isasi.
Jelas, pola pikir di atas ngawur dan tidak ilmiah, bahkan sesat menyesatkan.
3. Tolak Arabisasi
Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah “Islam Arab”, sehingga budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi.
Karenanya, di Indonesia semua budaya Arab yang menyusup dalam Islam harus diganti dengan budaya Nusantara, sehingga ke depan terwujud “Islam Nusantara” yang khas bagi bangsa Indonesia.
Intinya, JIN menolak semua budaya Islam yang beraroma Arab, karena dalam pandangan mereka semua itu adalah “Arabisasi Islam”, sehingga perlu ada gerakan “Indonesia-isasi Islam” di Nusantara.
Tanggapan : Rasulullah Saw diutus di tengah bangsa Arab untuk meng-Islam-kan Arab, bukan meng-Arab-kan Islam. Bahkan untuk meng-Islam-kan seluruh bangsa-bangsa di dunia, bukan untuk meng-Arab-kan mereka.
Jadi, tidak ada Arabisasi dalam Islam, yang ada adalah Islamisasi segenap umat manusia.
4. Ambil Islam Buang Arab
Islam sebagai pendatang dari Arab tidak boleh mengatur apalagi menjajah Indonesia, tapi Islam harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi.
Karenanya, bangsa Indonesia boleh ambil budaya Islam, tapi wajib tolak budaya Arab, agar supaya budaya Nusantara tidak terjajah dan tidak pula tergerus oleh budaya Arab.
Tanggapan : ini adalah propaganda busuk JIN yang ingin menolak budaya Islam dengan “dalih” budaya Arab. Pada akhirnya nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN, akan dikatakan sebagai “budaya Arab”.
Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap rasis dan fasis, serta melahirkan sikap anti Arab, yang pada akhirnya mengkristal jadi anti Islam.
5. Ambil Islam Buang jilbab
Menurut JIN bahwa jilbab adalah budaya Arab karena merupakan pakaian wanita Arab, sehingga harus diganti dengan pakaian adat Nusantara.
Tanggapan : JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, masyarakat Arab tidak kenal jilbab, dan wanita Arab tidak berjilbab. Bahkan wanita Arab saat itu terkenal dengan pakaian yang umbar aurat dan pamer kecantikan, serta tradisi tari perut yang buka puser dan paha.
Lalu datang Islam mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab menutup aurat, sehingga wanita muslimah jadi berbeda dengan wanita musyrikah. Dengan demikian, jilbab adalah busana Islam bukan busana Arab, dan jilbab adalah kewajiban agama bukan tradisi dan budaya.
6. Ambil Islam Buang Salam
Ucapan “Assalaamu ‘alaikum” adalah budaya Arab, sehingga harus diganti dengan “salam sejahtera” agar bernuansa Nusantara dan lebih menunjukkan jatidiri bangsa Indonesia.
Tanggapan : lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah “wa shobaahaah”, bukan “Assalaamu ‘alaikum”.
Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar’i antar kaum muslimin, yaitu “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh”. Jadi, “Assalaamu ‘alaikum” adalah “tahiyyatul Islam” bukan “tahiyyatul ‘Arab.”
7. Ambil tilawah Quran buang langgam Arabnya
Termasuk baca Alquran tidak perlu lagi dengan langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan langgam Nusantara seperti langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia.
Tanggapan : membaca Alquran dengan langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw.
Dan karena Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap langgam Arab boleh untuk tilawah Alquran.
Langgam gambus dan langgam qashidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran, karena keduanya adalah langgam seni dan budaya serta musik dan hiburan.
Apalagi langgam tari perut yang merupakan langgam seni dan budaya Arab untuk pertunjukan maksiat, lebih tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran.
Karenanya, membaca Alquran dengan langgam selain Arab tidak diperkenankan, karena memang tidak sesuai dengan pakem bahasa Arab, sehingga tidak akan sesuai dengan intonasi makna dan arti.
Apalagi dengan langgam seni dan budaya selain Arab yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan, seperti langgam dalang pewayangan, langgam sinden jaipongan, langgam gambang kromong, dan sebagainya, tentu lebih tidak boleh lagi.
Allah Swt telah menganugerahkan bangsa Indonesia kefasihan dalam lisan Arab, sehingga dari Sabang sampai Merauke, orang dewasa maupun anak-anak, sangat fasih dalam mengucapkan lafzhul jalalah “Allah” dan aneka dzikir seperti “Subhanallah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.” dan mereka pun sangat fasih juga dalam membaca Alquran.
Bahkan bangsa Indonesia sangat ahli dalam ilmu tajwid dan amat piawai dalam tilawatil Alquran dengan langgam Arab, sehingga di hampir setiap Musabaqah Tilawatil Qur’an internasional, para qori Indonesia banyak sukses dan berhasil keluar jadi juara dunia tilawah.
Karenanya, pembacaan Alquran dengan langgam dalang pewayangan adalah “kemunduran”, di mana bangsa Indonesia yang sudah sangat maju dalam tilawatil Qur’an, hingga mengungguli bangsa Arab sekali pun, lalu dibawa mundur jauh ke alam mitos pewayangan di zaman semar dan petruk.
8. Ambil Alquran buang bahasa Arabnya
Baca Alquran tidak mesti dengan bahasa Arab, tapi cukup dengan terjemah Indonesianya saja, agar umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang dibaca.
Tanggapan : inilah tujuan sebenarnya dari propaganda JIN yaitu menjauhkan Alquran dari umat Islam, karena mereka paham betul bahwa ruh dan jiwa Islam adalah Alquran.
Bagi JIN, siapa ingin hancurkan dan lenyapkan Islam, hancurkan dan lenyapkanlah Alqurannya. Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang JIN sebenarnya bukan Arab, tapi Islam.
Karenanya, selain yang sudah disebutkan di atas, JIN juga melakukan aneka ragam propaganda anti Arabisasi untuk merealisasikan tujuan busuknya, antara lain :
Pertama, menolak istilah-istilah yang diambil dari bahasa Arab, hingga sebutan abi dan ummi pun mereka kritisi, sehingga harus diganti dengan istilah-istilah Indonesia, tapi lucunya mereka alergi dengan istilah Arab namun sangat suka dan amat fasih menggunakan istilah-istilah Barat.
Kedua, menolak penamaan anak dengan nama-nama Islam yang diambil daribahasa Arab, sehingga anak Indonesia harus diberi nama Indonesia. Tapi lucunya mereka senang dan bangga dengan penamaan anak Indonesia dengan nama-nama barat dengan dalih lebih modern, walau pun bukan nama Indonesia.
Ketiga, bahkan mulai ada rumor penolakan terhadap pengafanan mayit dengan kain putih karena beraroma tradisi Arab, sehingga perlu diganti dengan kain batik agar kental aroma Indonesia.
Bahkan mereka mulai tertarik dengan pakaian jas dan dasi barat buat mayit sebagaimana pengurusan jenazah non-Islam, dengan dalih jauh lebih keren dan rapih ketimbang “pocong”, walau bukan budaya Indonesia.
Demikian kami cuplikan dari tulisan beliau, semoga membuka wacana kaum muslimin Indonesia untuk lebih waspada menerima sebuah konsep yang digelontorkan seorang tokoh.(rz)
#3 Tazqiyatun Nafs
3 Ramadhan 1436 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Apakah kita butuh Allah?
Apa yang dibutuhkan dari Allah?
Maka, akal, hati, dan jiwa akan menjawab, yg dibutuhkan oleh:
1. Akal : Rizqullah (Bagian kekuatan taqwa, tdk salah sepanjang yg dicari adl rizqi Allah SWT.)
2. Hati: Dzikrullah (Baik dari arah hati ingat Allah maupun dri arah Allah merespon hambaNya)--> ketenangan diproleh ketika adanya dua arah, hati ingat allah dan Allah membalas mengingat hati.
Jika tdk dari dua sisi, maka Dzikrullah tdk bersambut.
Pasti ada yg salah dgn dzikir kita. Dzikir hati memiliki cara yg tepat. Hati harus benar2 mengingat Allah. Tidak hanha lisan saja yg berucap sementara hati kemana2, tetapi benar2 menghayati stiap dzikir yg dilakukan.
Dari mana kita tahu Allah menyambut dzikir kita? Dari hati kita, karena hati faham ktika Allah SWT menyambutnya.
3. Jiwa: Ridhallah
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya..."
Yang dibutuhkan jiwa adalah ridha Allah.
Jiwa tdk berperan apa2 tanpa akal, jiwa membutuhkan akal. Sehingga, jiwa membiarkan diri dengan tetap mencari rizqi.
Bagaimana menggabungkannya:
Nasihat hati kepada akal-->
Carilah rizqi Allah tapi jgn sampai melupakanNya.
Bukan mencari rizqi dgn menghalalkan segala cara.
Nasihat jiwa kpd akal-->
Jadikan ada dan tiadanya rizqi sbg kesempatan utk memperoleh ridhaNya.
Sehingga akal, hati dan jiwa menjadi kompak, lalu apakah nafsu bisa masuk..?
Oki, adab tehadap (memperoleh) rizqi, jangan kita terima rizqi sblum kita sadar bahwa rizqi dtg dri Allah.
Karena, Jiwa yg kuat adalah jiwa yg sangat mnginginkan ridha Allah.
Jiwa akan kuat ketika kebutuhan terpenuhi yaitu mnginginkan ridha Allah. Ridha Allah adalah puncak dari kehidupan.
🍓Betulkah jiwa kita butuh ridha Allah???
Tahap2 agar jiwa sangat menginginkan ridha Allah.
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhoNya
1. Membutuhkan ampunan
Trust your self.
Betulkah kita sgt membtuhkan ampunan Allah?
Apa buktinya..
Bagaimana memastikannya?
Jawablah pertanyaan berikut..
🌷Ringan atau beratkah kita waktu berbuat dosa?
Ketika masih ringan melakukan dosa, maka kita tdk benar2 ingin ampunan Allah. Sebaliknya, ketika kita berat mlakukan dosa, maka kita sgt butuh ampunan Allah..
🌷apakah kita lgsg menyesal stelah berbuat dosa?
Ktika kita langsg menyadari telah berbuat dosa, berati kita sangat membutuhkan ampunan Allah.
🌷apakah kita termasuk org yg mudah memaafkan kesalaham orang lain?
Kalau terkadang masih terasa sulit, bagaimana mgkin kita bs mendapatkan ampunan allah, org lain berbuat salah kita tdk memaafkan.
Maka jadilah manusia yg pemaaf dan yakin kalau Allah Maha Pemaaf pd hamba2Nya.
Bersambung, in syaa Allah..
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Apakah kita butuh Allah?
Apa yang dibutuhkan dari Allah?
Maka, akal, hati, dan jiwa akan menjawab, yg dibutuhkan oleh:
1. Akal : Rizqullah (Bagian kekuatan taqwa, tdk salah sepanjang yg dicari adl rizqi Allah SWT.)
2. Hati: Dzikrullah (Baik dari arah hati ingat Allah maupun dri arah Allah merespon hambaNya)--> ketenangan diproleh ketika adanya dua arah, hati ingat allah dan Allah membalas mengingat hati.
Jika tdk dari dua sisi, maka Dzikrullah tdk bersambut.
Pasti ada yg salah dgn dzikir kita. Dzikir hati memiliki cara yg tepat. Hati harus benar2 mengingat Allah. Tidak hanha lisan saja yg berucap sementara hati kemana2, tetapi benar2 menghayati stiap dzikir yg dilakukan.
Dari mana kita tahu Allah menyambut dzikir kita? Dari hati kita, karena hati faham ktika Allah SWT menyambutnya.
3. Jiwa: Ridhallah
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya..."
Yang dibutuhkan jiwa adalah ridha Allah.
Jiwa tdk berperan apa2 tanpa akal, jiwa membutuhkan akal. Sehingga, jiwa membiarkan diri dengan tetap mencari rizqi.
Bagaimana menggabungkannya:
Nasihat hati kepada akal-->
Carilah rizqi Allah tapi jgn sampai melupakanNya.
Bukan mencari rizqi dgn menghalalkan segala cara.
Nasihat jiwa kpd akal-->
Jadikan ada dan tiadanya rizqi sbg kesempatan utk memperoleh ridhaNya.
Sehingga akal, hati dan jiwa menjadi kompak, lalu apakah nafsu bisa masuk..?
Oki, adab tehadap (memperoleh) rizqi, jangan kita terima rizqi sblum kita sadar bahwa rizqi dtg dri Allah.
Karena, Jiwa yg kuat adalah jiwa yg sangat mnginginkan ridha Allah.
Jiwa akan kuat ketika kebutuhan terpenuhi yaitu mnginginkan ridha Allah. Ridha Allah adalah puncak dari kehidupan.
🍓Betulkah jiwa kita butuh ridha Allah???
Tahap2 agar jiwa sangat menginginkan ridha Allah.
1. Membutuhkan ampunanNya
2. Membutuhkan rahmatNya
3. Membutuhkan ridhoNya
1. Membutuhkan ampunan
Trust your self.
Betulkah kita sgt membtuhkan ampunan Allah?
Apa buktinya..
Bagaimana memastikannya?
Jawablah pertanyaan berikut..
🌷Ringan atau beratkah kita waktu berbuat dosa?
Ketika masih ringan melakukan dosa, maka kita tdk benar2 ingin ampunan Allah. Sebaliknya, ketika kita berat mlakukan dosa, maka kita sgt butuh ampunan Allah..
🌷apakah kita lgsg menyesal stelah berbuat dosa?
Ktika kita langsg menyadari telah berbuat dosa, berati kita sangat membutuhkan ampunan Allah.
🌷apakah kita termasuk org yg mudah memaafkan kesalaham orang lain?
Kalau terkadang masih terasa sulit, bagaimana mgkin kita bs mendapatkan ampunan allah, org lain berbuat salah kita tdk memaafkan.
Maka jadilah manusia yg pemaaf dan yakin kalau Allah Maha Pemaaf pd hamba2Nya.
Bersambung, in syaa Allah..
#2 Taqwiyatun Nufus
2 Ramadhan 1436 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Bagaimanakah ibadah kita..?
1.Ibadah yg diterima sekedar menggugurkan kewajiban, belum pasti berpahala.
2. Ibadah yg diterima, berpahala ttp tdk memberi pengaruh kebaikan.
3. Ibadah yg diterima, Berpahala dan memberi pengaruh kebaikan.
Tergantunga apa diantara 3 itu?
1. Akal
2. Hati
3. Jiwa
"Faalmahaa fujuura haa (nafsu) wa taqwa haa (akal, hati, jiwa)"
Allah mengaruniakan kita keempat hal ini. Namun, Ketiganya (akal, hati, jiwa) harus kompak mlawan nafsu. Kenapa...?
Karena..
🍎Akal adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yg terbaik utk dirinya.
🍎Hati adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk org lain.
🍎Jiwa adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk Allah.
Sedangkan,
🔥Nafsu adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk syaitan
Harus ada yg dominan diantara ketiganya. Sebenarnya ketiganya harus kuat ttp jiwa harus lebih kuat. Hanya jiwa yg mampun mmimpin akal dan hati utk melawan nafsu.
Apakah kita mgkin memperturut keinginan nafsu, padahal utk syaitan?
Maka..
🍓Berbuatlah sepenuh akal kita tk semua kepentingan kita (pribadi)
Misalnya berdagang: berdaganglah sepenuh akal.
Masak lah dgn sepenuh akal.
🍓Berbuatlah sepenuh hati kita utk semua kepentingan orang lain.
Misalnya:
Mengobati
Menolong
Melayani
Mengajar
✅Dalam kepentingan pribadi yg ada kebaikannya utk org lain, maka letakkanlah hati di atas akal. Leakkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Maka peran jiwa dibutuhkan. Jiwa sbgi penengah diantara keduanya.
Karena..
Diatas kepentingan apapun, ada kepentingan yg lebih asasi yaitu kepentingan ridha Allah SWT.
Ridha Allah harus kita letakkan di atas apapun.
Utk kepentingan mendapatkan ridha Allah, maka lakukanlah dengan sepenuh jiwa.
Jiwa yg kuat adl jiwa yg sangat menginginkan ridha Allah.
Bersambung, in syaa Allah..
#ikuti kajiannya langsung ya setiap hari pukul 16.00-17.00 @Darush shalihat😊
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Bagaimanakah ibadah kita..?
1.Ibadah yg diterima sekedar menggugurkan kewajiban, belum pasti berpahala.
2. Ibadah yg diterima, berpahala ttp tdk memberi pengaruh kebaikan.
3. Ibadah yg diterima, Berpahala dan memberi pengaruh kebaikan.
Tergantunga apa diantara 3 itu?
1. Akal
2. Hati
3. Jiwa
"Faalmahaa fujuura haa (nafsu) wa taqwa haa (akal, hati, jiwa)"
Allah mengaruniakan kita keempat hal ini. Namun, Ketiganya (akal, hati, jiwa) harus kompak mlawan nafsu. Kenapa...?
Karena..
🍎Akal adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yg terbaik utk dirinya.
🍎Hati adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk org lain.
🍎Jiwa adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk Allah.
Sedangkan,
🔥Nafsu adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk syaitan
Harus ada yg dominan diantara ketiganya. Sebenarnya ketiganya harus kuat ttp jiwa harus lebih kuat. Hanya jiwa yg mampun mmimpin akal dan hati utk melawan nafsu.
Apakah kita mgkin memperturut keinginan nafsu, padahal utk syaitan?
Maka..
🍓Berbuatlah sepenuh akal kita tk semua kepentingan kita (pribadi)
Misalnya berdagang: berdaganglah sepenuh akal.
Masak lah dgn sepenuh akal.
🍓Berbuatlah sepenuh hati kita utk semua kepentingan orang lain.
Misalnya:
Mengobati
Menolong
Melayani
Mengajar
✅Dalam kepentingan pribadi yg ada kebaikannya utk org lain, maka letakkanlah hati di atas akal. Leakkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Maka peran jiwa dibutuhkan. Jiwa sbgi penengah diantara keduanya.
Karena..
Diatas kepentingan apapun, ada kepentingan yg lebih asasi yaitu kepentingan ridha Allah SWT.
Ridha Allah harus kita letakkan di atas apapun.
Utk kepentingan mendapatkan ridha Allah, maka lakukanlah dengan sepenuh jiwa.
Jiwa yg kuat adl jiwa yg sangat menginginkan ridha Allah.
Bersambung, in syaa Allah..
#ikuti kajiannya langsung ya setiap hari pukul 16.00-17.00 @Darush shalihat😊
🍓Mencapai Kualitas Terbaik saat Ramadhan🍓
Kajian Rutin Kamis Sore HIMMPAS, 1 Ramadhan 1346 H
Orang yang lalai adalah orang yang:
1. Lupa
2. Tidak menguatkan azzam
Lantas bagaimana ibadah kita di bulan ramadhan ini..??? Jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan yang penuh maghfirah ini.
Syaitan tak luput dri hal2 yang mengganggu kita. Setan menggoda manusia pada 7 lapisan. Apa saja kah..😨
1. Pintu kemusyrikan.
Kalau manusia mampu melawannya, maka syetan akan lanjut ke lapis berikutnya..
2. Pintu bid'ah.
Diterimanya suatu amal ibadah karena 2 hal yaitu ikhlash karena ALLAH SWT. dan melakukan amalan sesuai dgn sunnah rasul. Kalau tdk brdasarkan ilmu islam yg kuat, kita bisa terjatuh kedalamnya. Maka tetap semangat mengkaji ilmu islam ya😊. Kalau kita mampu melewati godaan ini, syaitan akan lanjut ke lapisan berikutnya.
3. Pintu melakukan dosa2 besar (zina, membunuh, dll). Kita harus berhati2!!! Jangan menganggap remeh hal2 kecil.
4. Pintu dosa2 kecil. Ini harus lebih harus berhati2 lagi!!!
5. Pintu utk tidak melakukan kebaikan.
Mis. Habis subuh tidur, waspadalah.. mau melakukan kebajikan2 tiba2 ada halangan2 kecil, berrti setan mulai mengnganggu. Begitu juga ramadhan kita bisa berlalu tanpa kita sadari. Contoh lain: ktika mau melkukan kebaikan, 'nanggung gak nanggung gak'. Kelihatan kita tdk menyadari, krn berjalan secara natural. Kuncinya adalah jangan MENUNDA kebaikan.
6. Pintu untuk melalaikan hal2 yang utama dari yg utama yg dianjurkan Rasulullah. Mis. Melalaikan waktu-waktu utama, contoh: doa antara adzan dan iqomah diijabah. Kita seeing lalai. Begitu juga ramadhan. Mis. Doa2 di waktu sahur dan berbuka kita tiggalkan begitu saja. Salat rawatib, terasa berat, dll.
WARNING: Jangan tidur ba'da subuh. ISI MOMENTUM RAMADHAN PADA STIAP MOMENTNYA DENGAN IBADAH.
SOLUSI: MOVE ON. "Brngkatlah kamu dalam keadan riangan maupun berat". Malas rawatib segera rawatib, malaw tilawah segera tilawah. Hal ini tidak dosa, tp kita kehilangan/menyia2kan amalan yg mempunyai keutamaan.
7. Pintu utk menjadikan musuh Allah menjadi kuat utk melawan org mukmin (secara fisik). Ketika seorang mukmin sangat kokoh, maka syaitan melakukan godaannya melalui lapisan ini.
Begitu banyaknya lapisan2 godaan syaitan sehingga kita harus melawannya dengan:
1. Azzam yg kuat dalam beribadah/beramal baik.
2. Berinteraksi dengan orang2 yg beriman/ sholih. Karena kebaikan akan termotivasi dan terjaga ketika berada dikeliling orang2 sholih,
3. Berdzikir (banyak beristighfar)
Surat nuh: dimintakan kita utk beristighfar.
Tetap mlakukan dzikir ini dgn ikhlas, ALLAH akan membuka jalan.
Kisah Imam Ahmad bin hambal (cari sendiri ya😊sangat menginspirasi)
The point: Ketaqwaan berbanding lurus dengan kepintaran
seorang hamba. Jangan terlalu memikirkan apa yg sudah Allah janjikan, tp fikirkan apakah kita sudah melakukan/beribadah dengn sebaik2nya karena Allah.
Ust. Dwi Budiyanto M.Hum
Orang yang lalai adalah orang yang:
1. Lupa
2. Tidak menguatkan azzam
Lantas bagaimana ibadah kita di bulan ramadhan ini..??? Jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan yang penuh maghfirah ini.
Syaitan tak luput dri hal2 yang mengganggu kita. Setan menggoda manusia pada 7 lapisan. Apa saja kah..😨
1. Pintu kemusyrikan.
Kalau manusia mampu melawannya, maka syetan akan lanjut ke lapis berikutnya..
2. Pintu bid'ah.
Diterimanya suatu amal ibadah karena 2 hal yaitu ikhlash karena ALLAH SWT. dan melakukan amalan sesuai dgn sunnah rasul. Kalau tdk brdasarkan ilmu islam yg kuat, kita bisa terjatuh kedalamnya. Maka tetap semangat mengkaji ilmu islam ya😊. Kalau kita mampu melewati godaan ini, syaitan akan lanjut ke lapisan berikutnya.
3. Pintu melakukan dosa2 besar (zina, membunuh, dll). Kita harus berhati2!!! Jangan menganggap remeh hal2 kecil.
4. Pintu dosa2 kecil. Ini harus lebih harus berhati2 lagi!!!
5. Pintu utk tidak melakukan kebaikan.
Mis. Habis subuh tidur, waspadalah.. mau melakukan kebajikan2 tiba2 ada halangan2 kecil, berrti setan mulai mengnganggu. Begitu juga ramadhan kita bisa berlalu tanpa kita sadari. Contoh lain: ktika mau melkukan kebaikan, 'nanggung gak nanggung gak'. Kelihatan kita tdk menyadari, krn berjalan secara natural. Kuncinya adalah jangan MENUNDA kebaikan.
6. Pintu untuk melalaikan hal2 yang utama dari yg utama yg dianjurkan Rasulullah. Mis. Melalaikan waktu-waktu utama, contoh: doa antara adzan dan iqomah diijabah. Kita seeing lalai. Begitu juga ramadhan. Mis. Doa2 di waktu sahur dan berbuka kita tiggalkan begitu saja. Salat rawatib, terasa berat, dll.
WARNING: Jangan tidur ba'da subuh. ISI MOMENTUM RAMADHAN PADA STIAP MOMENTNYA DENGAN IBADAH.
SOLUSI: MOVE ON. "Brngkatlah kamu dalam keadan riangan maupun berat". Malas rawatib segera rawatib, malaw tilawah segera tilawah. Hal ini tidak dosa, tp kita kehilangan/menyia2kan amalan yg mempunyai keutamaan.
7. Pintu utk menjadikan musuh Allah menjadi kuat utk melawan org mukmin (secara fisik). Ketika seorang mukmin sangat kokoh, maka syaitan melakukan godaannya melalui lapisan ini.
Begitu banyaknya lapisan2 godaan syaitan sehingga kita harus melawannya dengan:
1. Azzam yg kuat dalam beribadah/beramal baik.
2. Berinteraksi dengan orang2 yg beriman/ sholih. Karena kebaikan akan termotivasi dan terjaga ketika berada dikeliling orang2 sholih,
3. Berdzikir (banyak beristighfar)
Surat nuh: dimintakan kita utk beristighfar.
Tetap mlakukan dzikir ini dgn ikhlas, ALLAH akan membuka jalan.
Kisah Imam Ahmad bin hambal (cari sendiri ya😊sangat menginspirasi)
The point: Ketaqwaan berbanding lurus dengan kepintaran
seorang hamba. Jangan terlalu memikirkan apa yg sudah Allah janjikan, tp fikirkan apakah kita sudah melakukan/beribadah dengn sebaik2nya karena Allah.
Ust. Dwi Budiyanto M.Hum
Memaksa Puasa
"Ya Rabbi, kutahan dirinya dari syahwat dan hawa," ujar Puasa. "Ya Rabbi, ku cegah dia dari tidur di malam hari", seru Qur'an. Betapa indahnya. Puasamu jelita; menjadi latihan tuk memamerkan ibadah pada Alloh semata; menabukan dampaknya pada sesama dalam bentuk akhlak mulia. Seindah-indah lantunan adalah Al-Qur'an; sesyahdu-syahdu waktunya adalah kala malam; dan seagung-agung penghayatannya ada dalam qiyamul lail.
Alloh menyingkap kesejatian kita dalam Ramadhan. Ketika surga dibuka, neraka ditutup, syaitan dibelenggu; ternyata hawa nafsu masih begitu. Setelah Alloh dan diri ini; mungkin kita harus malu pada syaitan yang agaknya berdecak, "Jangan salahkan aku; tak ku goda pun kau terjerumus".
Imam Asy-Syafi'i menasihatkan, "Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka; menakjubkan jika masih bisa bersantai bermalas dalam keinsyafan akannya". Menginsyafi kurangnya kesyukuran dan menggelisahkan berlimpahnya dosa adalah daya bagi puasa dan qiyamul lail imanan wahtisaban, hingga diampuni.
Beratnya ibadah terasa; tetapi jika semata Alloh yang diadui, diharap, ditakuti, dan dicinta; ada tersabda, "PAHALAMU SENILAI KADAR KEPAYAHANMU". Tak ada yang hisa kuta pamerkan dari puasa; tidak awalnya sahur, tidak akhirnya buka, tidak lemasnya badan, tidak pula segarnya penampilan. PUASA adalah TARBIYAH SUNYI untuk bermesra dengan-Nya; ada tersabda firman Qudsi, "Maka puasa itu hanya untuk-Ku; Aku saja yang 'kan membalasnya".
Terjaminkan rumah surga dari bawah ke atasnya; bagi siapa saja yang menghindari debat walau dirinya tepat, menjauhi dusta walau bercanda, dan berakhlak mulia. Begitu antara lain hikmah Ramadhan; agar kita mengenal diri kita seakrab-akrabnya dalam daya taatnya; tuk 11 bulan hadapi musuh yang nyata.
(Salim A. Fillah, "Menyimak Kicau Merajut Makna")
Selamat berpuasa Saudariku..
Selamat beribadah..
Selamat bermujahadah..
😍😍😍😍
Alloh menyingkap kesejatian kita dalam Ramadhan. Ketika surga dibuka, neraka ditutup, syaitan dibelenggu; ternyata hawa nafsu masih begitu. Setelah Alloh dan diri ini; mungkin kita harus malu pada syaitan yang agaknya berdecak, "Jangan salahkan aku; tak ku goda pun kau terjerumus".
Imam Asy-Syafi'i menasihatkan, "Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka; menakjubkan jika masih bisa bersantai bermalas dalam keinsyafan akannya". Menginsyafi kurangnya kesyukuran dan menggelisahkan berlimpahnya dosa adalah daya bagi puasa dan qiyamul lail imanan wahtisaban, hingga diampuni.
Beratnya ibadah terasa; tetapi jika semata Alloh yang diadui, diharap, ditakuti, dan dicinta; ada tersabda, "PAHALAMU SENILAI KADAR KEPAYAHANMU". Tak ada yang hisa kuta pamerkan dari puasa; tidak awalnya sahur, tidak akhirnya buka, tidak lemasnya badan, tidak pula segarnya penampilan. PUASA adalah TARBIYAH SUNYI untuk bermesra dengan-Nya; ada tersabda firman Qudsi, "Maka puasa itu hanya untuk-Ku; Aku saja yang 'kan membalasnya".
Terjaminkan rumah surga dari bawah ke atasnya; bagi siapa saja yang menghindari debat walau dirinya tepat, menjauhi dusta walau bercanda, dan berakhlak mulia. Begitu antara lain hikmah Ramadhan; agar kita mengenal diri kita seakrab-akrabnya dalam daya taatnya; tuk 11 bulan hadapi musuh yang nyata.
(Salim A. Fillah, "Menyimak Kicau Merajut Makna")
Selamat berpuasa Saudariku..
Selamat beribadah..
Selamat bermujahadah..
😍😍😍😍
8 HAL AGAR MENGHAFAL AL-QUR’AN TERASA NIKMAT
Berikut ini adalah 8 hal yg insyAllah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau. “ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??” “SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai. Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???” “targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden. “mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya. “pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.
Menggelitik, tapi sarat makna.
Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”
…
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yg penting durasi 1 jam)
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda2 pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yg sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal. Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah. 1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe. Toh 1 huruf 10 pahala bukan?? So jangan buru2… Tapi ingat! Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’
3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang?? Setialah bersama Al-Qur’an.
4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yg dirindukan ayat..
5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 5 persen untuk qur’an
8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yg ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait
…
Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi.. mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan. Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable. Percayalah.. 1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y. dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE. satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yg dosa tu MELUPAKAN, bukan LUPA. Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???
Oke ya… Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…
selamat menghafal.
(Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/'15) - bersama Ustadzuna Alfan Syu[truncated by WhatsApp]
Copas dr grup odola 62
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau. “ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??” “SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai. Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???” “targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden. “mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya. “pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.
Menggelitik, tapi sarat makna.
Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”
…
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yg penting durasi 1 jam)
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda2 pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yg sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal. Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah. 1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe. Toh 1 huruf 10 pahala bukan?? So jangan buru2… Tapi ingat! Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’
3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang?? Setialah bersama Al-Qur’an.
4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yg dirindukan ayat..
5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 5 persen untuk qur’an
8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yg ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait
…
Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi.. mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan. Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable. Percayalah.. 1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y. dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE. satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yg dosa tu MELUPAKAN, bukan LUPA. Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???
Oke ya… Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…
selamat menghafal.
(Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/'15) - bersama Ustadzuna Alfan Syu[truncated by WhatsApp]
Copas dr grup odola 62
Langganan:
Postingan (Atom)