2 Ramadhan 1436 H
Oleh: Ust. Syatori
@Darush Shalihat
Bagaimanakah ibadah kita..?
1.Ibadah yg diterima sekedar menggugurkan kewajiban, belum pasti berpahala.
2. Ibadah yg diterima, berpahala ttp tdk memberi pengaruh kebaikan.
3. Ibadah yg diterima, Berpahala dan memberi pengaruh kebaikan.
Tergantunga apa diantara 3 itu?
1. Akal
2. Hati
3. Jiwa
"Faalmahaa fujuura haa (nafsu) wa taqwa haa (akal, hati, jiwa)"
Allah mengaruniakan kita keempat hal ini. Namun, Ketiganya (akal, hati, jiwa) harus kompak mlawan nafsu. Kenapa...?
Karena..
🍎Akal adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yg terbaik utk dirinya.
🍎Hati adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk org lain.
🍎Jiwa adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk Allah.
Sedangkan,
🔥Nafsu adalah sosok yg mmbuat manusia ingin mlakukan yang terbaik utk syaitan
Harus ada yg dominan diantara ketiganya. Sebenarnya ketiganya harus kuat ttp jiwa harus lebih kuat. Hanya jiwa yg mampun mmimpin akal dan hati utk melawan nafsu.
Apakah kita mgkin memperturut keinginan nafsu, padahal utk syaitan?
Maka..
🍓Berbuatlah sepenuh akal kita tk semua kepentingan kita (pribadi)
Misalnya berdagang: berdaganglah sepenuh akal.
Masak lah dgn sepenuh akal.
🍓Berbuatlah sepenuh hati kita utk semua kepentingan orang lain.
Misalnya:
Mengobati
Menolong
Melayani
Mengajar
✅Dalam kepentingan pribadi yg ada kebaikannya utk org lain, maka letakkanlah hati di atas akal. Leakkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Maka peran jiwa dibutuhkan. Jiwa sbgi penengah diantara keduanya.
Karena..
Diatas kepentingan apapun, ada kepentingan yg lebih asasi yaitu kepentingan ridha Allah SWT.
Ridha Allah harus kita letakkan di atas apapun.
Utk kepentingan mendapatkan ridha Allah, maka lakukanlah dengan sepenuh jiwa.
Jiwa yg kuat adl jiwa yg sangat menginginkan ridha Allah.
Bersambung, in syaa Allah..
#ikuti kajiannya langsung ya setiap hari pukul 16.00-17.00 @Darush shalihat😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar