Minggu, 28 Desember 2014

Doa yang tidak Sopan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim




Ada do'a yang lebih patut kita sambut dengan istighfar daripada mengucapkan"aamiin". Do'a apakah itu? Dialah do'a yang tidak sopan.



Do'a seperti apa yang tidak sopan itu? Ia berdo'a, tapi meninggalkan sikap tadharru' (merendahkan diri) di hadapan Allah Ta'ala. Ia berbangga diri. Atau ia membanggakan orang-orang yang hadir mengaminkan do'anya atau salah satu di antara yang hadir:



"Ya Allah.... Hari ini kami berkumpul di sini, Ya Allah... Dari kader-kader terbaik di antara orang-orang pilihan untuk mengikuti serangkaian workshop. Mereka inilah agen-agen perubahan yang akan menolong generasi penerus agama-Mu, ya Allah..."



Atau, yang juga tidak sopan di hadapan Allah Ta'ala:



"Ya Allah, sesungguhnya di dalam riset terbaru telah ditunjukkan..."



Atau:



"Ya Allah... limpahkanlah ilmu kepada kami. Mampukanlah kami menyerap semua yang disampaikan oleh narasumber kami, seorang pakar kaliber nasional..."



Apalagi jika disertai musik Kitaro.



Inilah di antara do'a sangat tidak sopan yang kadang saya temui di berbagai forum. Saya tidak menyebut contoh secara persis. Tapi kandungan maknanya serupa atau mendekati itu. Sebagiannya bahkan diiringi musik semenjak tukang do'a beranjak menuju mimbar, selama berdo'a hingga kembali ke tempat duduk.



Semoga kita terjauhkan dari hal-hal yang demikian. Sudah saatnya kita mempelajari agama kita dari sumber agama kita sendiri.

Sharing from kak tiwi-group wong medan-butet sholiha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar